Kelebihan Kelemahan Teori Karir Anna Roe



Reliabilitas Teori
Untuk melihat reliabilitas tidaknya suatu teori, telusuri latar belakang pembuat teori tersebut. Latar belakang Anne Roe, sebagai seorang guru besar di University of Arizona, dan telah lama fokus pada praktek mengasuh anak, fokus pada cara orang tua berinteraksi dengan anak, fokus pada struktur kebutuhan yang dihasilkan, dan fokus pada orientasi yang mendekat dan menjauh dari orang-orang, membuat Roe menjadi orang yang berkompeten di bidangnya.
Roe adalah pengikut aliran humanistik. Humanistik adalah teori yang memusatkan pada kebutuhan manusia. Oleh karena itu, teori Anna Roe ini juga menyebutkan tentang kebutuhan manusia. Meskipun teori humanistik memiliki beberapa kelemahan, yaitu kebenaran bersumber pada manusia dan bukan pada fakta yang obyektif, Anna mengambil sisi positif dari humanistik itu.
Anna juga tidak serta merta mengambil teori humanistik. Ada delapan kebutuhan manusia dalam teori humanistik. Dalam teori Anna, kebutuhan manusia ada lima dan Anna memusatkan pada kebutuhan penghargaan seseorang yang pengaruhnya pada kemampuan dan pilihan pekerjaan.
Literatur yang ditilik oleh Roe juga telah banyak, yakni; dari teori penyaluran tenaga kejiwaan dan pengaruh pengalaman masa kecil (Murphy), teori kebutuhan (Maslow), pengaruh faktor keturunan, dan teori kepribadian.

Kelemahan Teori
Teori Anne Roe memiliki kekurangan utama, yaitu teori ini hanya mengembangkan secara sempit dan hanya menekankan salah satu aspek saja. Misalnya, menekankan pada aspek pemusatan pada konsep diri (self-concept-centered), pemusatan  kepada kebutuhan (needed-centered), atau berorientasi pada etiologi.
Teori ini mendapat banyak perbaikan dari para ahli pada tahun-tahun berikutnya. Hasil teori selanjutnya tentang pemilihan karier yang lain tidak mendukung teori Anna ini. Selain itu, teori ini juga dihalangi oleh faktor perbedaan budaya. Kelemahan selanjutnya dalam teori ini yaitu tidak adanya penerapan untuk konseling.

Sumbangan Teori Roe yang Sesuai dengan Budaya Indonesia
Meskipun Teori Anna Roe memiliki beberapa kelemahan, mari kita lihat sisi positif atau manfaat yang dapat kita ambil dari teori ini. Misalnya, bahwa Anna Roe mengembangkan sistem klasifikasi konseling karier yang bergantung pada pengalaman anak usia dini dalam menentukan karier. Teori ini bermanfaat untuk memilihkan karier dari pola didik.
Roe telah menyumbang pemikiran tentang pemilihan pekerjaan. Teori ini mengubah cara kerja konselor dengan klien, yaitu; menjadi melihat pentingnya mengetahui dinamika keluarga awal ketika melakukan konseling karier.
Hal ini tentu dapat menyumbang pemikiran konselor di Indonesia karena teori Roe tentang pemilihan pekerjaan yang dilihat dari pola asuh orang tua juga sesuai dengan budaya di Indonesia.

Penerapan Teori yang Sesuai untuk Budaya Indonesia
D.1. Variabel Mengidentifikasi Minat, Bakat, dan Kepribadian
Variabel utama untuk menentukan karier seseorang adalah minat, bakat, dan kepribadian seseorang. Tetapi tidak semua orang dapat mengidentifikasi minat, bakat, dan kepribadian seseorang. Melalui teori Anna Roe ini, konselor di Indonesia dapat menggunakan unsur-unsur yang perlu diidentifikasi untuk mengetahui minat, bakat, dan kepribadian seseorang.
Unsur-unsur yang perlu diidentifikasi untuk mengetahui minat, bakat, dan kepribadian seseorang, antara lain;
Gaya pengasuhan orang tua/ kualitas interaksi awal orang tua-anak
Berpengaruh pada minat dan kepribadian anak. Apakah orang tua berorientasi orang atau bukan orang, apakah dingin (menolak/mengabaikan), apakah dingin atau hangat (memberikan perlindungan berlebih-lebihan/terlalu menuntut), apakah hangat (begitu saja/penuh kasih).
Arah perhatian terhadap suatu objek sejak kanak-kanak
“Energi psikis dapat dilihat dari segi keterarahan perhatian terhadap suatu obyek dan merupakan determinan pokok dari minat-minat (Anna Roe, 1956).” Logikanya, karena seseorang berminat, ada arah perhatian terhadap suatu objek. Akhirnya memunculkan energi psikis yang disadari maupun tidak. Energi ini membuat seseorang terus melakukan dengan senang dan secara tidak langsung terdapat proses berlatih, sehingga memunculkan kemampuan dan perkembangan kepribadian.
Kebutuhan yang terpuaskan dan tidak terpuaskan
“Struktur kebutuhan individu yang diperoleh oleh frustasi dan ketidakpuasan yang dialami pada masa anak-anak dapat dipuaskan melalui pekerjaan seseorang. Kebutuhan yang rutin terpuaskan, tidak akan jadi motivator yang tidak disadari. Kebutuhan yang berada pada jenjang yang lebih rendah justru akan menjadi motivator dominan jika jarang terpuaskan. Kebutuhan yang pemuasannya tertunda, lama-lama akan menjadi motivator yang tidak disadari pada situasi tertentu (Anna Roe, 1956).”
Dalam hal ini, kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan akan penghargaan ketika seseorang berhasil melakukan sesuatu.
Jender
Penampilan fisik
Temperamen
Latar belakang ekonomi
Latar belakang kultural
Faktor kesempatan
Sebagai implikasi atas unsur-unsur tersebut di atas, maka hendaknya ketika kita menjadi seorang konselor melakukan hal berikut;
Bekerjalah dengan orang tua konseli untuk membantu orang tua memahami peranannya dalam perkembangan karir anak-anaknya.
Bimbinglah konseli untuk memahami pentingnya bersosialisasi terhadap masyarakat untuk memainkan peranan di mana mereka tumbuh dan berkembang.
Karena atmosfir rumah tangga dan sikap-sikap orang tua memainkan peranan dalam menanamkan stereotip jenis kelamin, maka bantulah orang tua dan konseli memahami nilai-nilai stereotip jender dan dampak peranan stereotip jenis kelamin terhadap pilihan-pilihan okupasional di masa depan.
Merujuk pada implikasi unsur-unsur tersebut di atas, berikut beberapa instrumen asesmen, baik melalui wawancara, observasi atau angket, yang dapat digunakan oleh konselor, terutama untuk konselor di Indonesia;
Bagaimana gaya pengasuhan orang tua Anda?
Apa yang sering menjadi pusat perhatian Anda atau minat Anda semasa kecil?
Adakah kebutuhan Anda yang pemuasannya tertunda hingga saat ini?
Dan sebagainya.
D.2. Jenis Pekerjaan
Delapan penggolongan bidang pekerjaan juga sangat penting untuk memberikan pilihan ragam pekerjaan pada konseli. Bidang pekerjaan tersebut perlu ditelaah satu per satu untuk mengetahui bidang mana yang menjadi minat dan bakat konseli. Sebenarnya, masih banyak klasifikasi bidang pekerjaan, mengingat semakin kompleksnya kehidupan dewasa ini. Penggolongan bidang pada teori Roe ini dapat dilengkapi dengan asumsi bahwa terdapat pembedaan antara masing-masing bidang, yaitu apakah bidang tersebut berorientasi pada manusia atau bukan manusia.
Manfaat dari teori enam aras (tingkatan untuk setiap kelompok pekerjaan) bagi bimbingan karier di Indonesia adalah sebagai tolak ukur bagi konseli yang akan menentukan karier. Hal ini menjadi gambaran dan motivasi bagi klien untuk berkarier hingga pada tingkat puncak.

You Might Also Like

2 komentar

  1. You actually make it appear really easy with your presentation but I in finding this matter to be actually one thing that I think I would never understand. It kind of feels too complicated and extremely extensive for me. I am having a look forward to your subsequent submit, I will try to get the grasp of it! netflix.com login

    BalasHapus

Flickr Images